Sabtu, 10 Oktober 2015

Cara Tradisional Mengobati Desentri

  Disentri adalah infeksi pada usus yang menyebabkan diare yang disertai darah atau lendir. Diare adalah buang air besar encer yang terjadi tiga kali atau lebih dalam 24 jam. Selain diare, gejala desentri yang lain meliputi kram perut, mual, dan muntah.

  Disentri adalah penyakit yang sangat umum terjadi, terutama jenis disentri basiler. Penyakit ini bisa muncul sepanjang tahun di Indonesia. Jumlah pasti penderita disentri tidak diketahui karena selain penyakit ini belum tercatat secara resmi, kebanyakan penderita juga merawat diri di rumah tanpa berkonsultasi dengan dokter. Sanitasi yang buruk dan keterbatasan air bersih, terutama di daerah yang padat penduduknya bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit ini. Selain itu faktor risiko disentri yang kuat di Indonesia adalah kontaminasi pada makanan dan minuman.


  Tidak semua penderita harus ke dokter jika mengalami disentri. Penyakit ini biasanya bisa pulih dalam beberapa hari. Tetapi jika Anda mengalami diare berdarah atau berlendir yang berlangsung lebih dari beberapa hari, segera konsultasikan kepada dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang lebih akurat. Jangan lupa untuk menginformasikan makanan apa saja yang Anda konsumsi yang mungkin dapat menyebabkan diare.


  Apabila anda menderita penyakit desentri, untuk mengatasinya sebaiknya dicoba salah satu cara pengobatan tradisional yang sangat sederhana dan murah, tentunya anda dapat melakukan ini dirimah tanpa harus pergi ke dokter. Yaitu dengan memanfaatkan khasiat yang terkandung pada tanaman rumput teki, berikut adalah contoh gambar ubi rumput teki.



Cara penggunaan:


  • Dapatkan 5 butir ubi rumput teki.
  • Cuci hingga bersih agar tanah yang melekat pada ubi tersebut hilang.
  • Setelah bersih dijemur sampai kering.
  • Kemudian tumbuk sampai halus sampai menjadi bubuk.
  • Selanjutnya diseduh dengan setengah gelas air panas.
  • Aduk dan biarkan menjadi dingin.
  • Setelah dingin aduk kembali lalu diminum.
  • Minumlah ramuan tersebut 2 kali dalam sehari (pagi dan malam hari).


  Jika anda bersedia mencoba ramuan tersebut dan rutin untuk melakukannya, dalam waktu dekat sakit desentri yang anda derita akan berangsur membaik dan sembuh. Demikian resep tradisional mengobati desentri yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat. Mohon share jika artikel ini bermanfaat bagi anda, terimakasih.





Sumber: Bintang usaha jaya
Sumber foto: Google

Jumat, 09 Oktober 2015

Cara Tradisional Mengobati Kudis

  Penyebab kudis adalah tungau berkaki delapan (dikenal dengan Sarcoptes scabiei) yang kurang ukurannya sangat kecil dari 0,5 mm. Siklus hidup tungau penyebab penyakit kudis dimulai ketika mereka masuk ke dalam kulit dan menetaskan telurnya. Larva menetas dari telur dalam waktu tiga sampai sepuluh hari. Nimfa menjadi orang dewasa dan melahirkan telur terus menerus ketika tidak diobati yang dapat hidup sekitar 4 minggu.

  Kudis tidak selalu menjadi penyakit menular seksual (PMS) sebab mereka dapat tertular melalui kontak biasa seperti kontak langsung non seksual seperti berpelukan, duduk bersebelahan, berciuman, dll. Kutu kudis juga dapat tertular melalui berbagi pakaian, selimut, dan benda lainnya dimana host berpindah dari kulit orang yang terinfeksi. Hal ini secara teoritis dapat terjadi, tapi bukan modus utama penularan penyebab kudis.

  Biasanya penyakit ini memang agak sulit diatasi, Namun apabila anda atau keluarga anda menderita penyakit kulit tersebut, anda dapat memanfaatkan khasiat yang terkandung dalam tumbuhan bratawali.



  Cara penggunaan:


  • Dapatkan 250 gram batang atau kulit bratawali.
  • Dipotong menjadi beberapa bagian lalu direbus dengan 6 botol atau 4 liter air sampai mendidih atau selama 25 menit.
  • Setelah mendidih, tuangkan pada bak mandi atau ember yang besar.
  • Tambahkan air secukupnya sampai menjadi hangat.
  • Rendamlah tubuh penderita yang terserang kudis kedalam air yang telah di campur dengan rebusan air bratawali tersebut.
  • Lakukan 2 kali sehari (pagi dan sore).
  • Untuk orang dewasa gunakan air ramuan tersebut untuk kompres panas pada bagian yang terkena saja.


  Jika rajin,teratur, dan bersedia melakukan pengobatan tradisional ini, dalam waktu dekat kudis yang menyerang kulit akan segera sembuh. Sekian ramuan tradisional yang mengobati kudis yang saya bagikan, semoga bermanfaat bagi anda semua. Mohon share artikel ini jika bermanfaat bagi anda, terima kasih.





Sumber: Bintang usaha jaya
Sumber foto: Google

Kamis, 08 Oktober 2015

Mengobati Darah Rendah Menggunakan Lempuyangan Dan Kunyit

  Darah rendah yang sesungguhnya adalah jika seseorang selalu mengalami tekanan darah di bawah 120/80, sedangkan semua yang disebutkan pada alinea di atas bersifat sementara. Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah dapat dikatakan mengidap tekanan darah tinggi.

  Jika tekanan sistoliknya (atas) meningkat setidaknya 20 mmHg dan tekanan diastoliknya (bawah) meningkat setidaknya 10mmHg, walaupun tekanan darahnya setelah peningkatan masih di bawah 140/90. Misalnya seseorang yang biasanya tekanan darah rendahnya 110/70, jika meningkat menjadi 130/80 sudah dikatakan mengidap penyakit tekanan darah tinggi.

  Darah rendah dapat diakibatkan oleh volume darah yang kurang, perubahan hormonal, pelebaran pembuluh darah, pengaruh obat-obatan, kuang darah, masalah jantung atau masalah kelenjar endokrin. Namun yang akan saya bahas kali ini yaitu mengenai cara tradisional mengatasi penyakit darah rendah, yaitu dengan menggunakan lempuyangan dan kunyit.


  Apabila seseorang menderita kurang darah biasanya ditandai tubuhnya sangat pucat, yang jelas dibalik pelupuk matanya bagian bawah tampak kuning dan tidak merah seperti layaknya, berat badannya menurun dan kadang-kadang terasa pusing.

  Untuk mengobati orang yang menderita kekurangan darah membutuhkan waktu yang cukup lama, disamping harus memberikan makanan yang penuh gizi dan dapat yang dapat diproduksi menjadi darah kepada penderita, seperti hati, susu dan sebagainya. Tentu saja hal ini membutuhkan biaya tidak sedikit.

  Namun untuk mengatasi hal ini ada salah satu cara pengobatan tradisional yang sangat sederhana dan murah, tentunya anda tidak perlu repot-repot untuk pergi ke dokter. Yaitu dengan memanfaatkan khasiat dari empu lempuyangan dan empu kunyit.

  Cara menggunakan:

  • Dapatkan sepenggal empu lempuyangan dan kunyit.
  • Kupas kulitnya, cuci bersih, diparut, lalu diperas untuk diambil airnya.
  • Rebuslah dengan 3 gelas air sampai mendidih, bubuhkan 3 sendok makan gula merah.
  • Kemudian aduk dan biarkan airnya susut tinggal 1 gelas saja.
  • Jika sudah, angkat dan tunggu sampai ia benar-benar dingin.
  • Setelah dingi minumlah setiap menjelang tidur malam.
  • Lakukan berturut-turut selama 4 bulan.


  Jika anda tekun dan teratur melakukan pengobatan ini, kemungkinan besar penyaki kurang darah yang anda derita akan berangsur sembuh dan penyakit tersebut tidak akan datang kembali. Mohon share jika artikel ini bermanfaat. Terima kasih.



Sumber: Bintang usaha jaya
Sumber foto: Google